Rabu, 05 Mei 2010

.....................

sembari penaku berjalan

dunia menghina ku seakan hina memang diriku

sekali lgi kututurkan niat tanya ku

tapi sekali lg tetap kosong kosong dan kosong

tak stupun kutemukan

sambil bercerita pada khaylan ku yang terbungkam

tp selalu saja tak ada lg yang menjawab

sepi

"tapi sayang.."

"bahagia apa lagi yang sembunyikan dariku"

sambil bertanya pada dirinya sendiri

knapa harus pakai kata tapi dan sayang

"tapi..."

"bahagia apa lagi yang kau sembunyikan"

tapi...
tetap saja bungkam duniaku

obor

di senja nya ku tapakan kaki ditanah

diantara kesiangan dan ketergeasah-gesah

maka kuputus kan hari itu tuk berpetualang dgn waktu

dalm masa pengurungan diri

mnemui pembawa nosttalgia'

yg nantinya beberapa kan padam

mati tak nyala

hanya gelap tersisa mati...

dan beberapa kan menyala berpendaran di stiap ruangan ku

maka kujadikan mereka obor ku

slg bersanding
pait manis kala rintangan hidup
dan kan kujadikan penerang jalan kebersamaan


(suddenly while i write this note my mouth cant speak and suddennly just become so plan and nothing special with it)

hampa

rasanya hidup terasa amat hampa.
tk melamun tp jga berpangku lengan dalam gulita.
senja merauk mimpi tapi belahan ku tkkan pernah sanggup mencapai kebahagian itu.
dalam gelap menanti berjalan.
sehinga rasa dunia kosong .
takkan bertahan samapai hari kalah tiba .
selesai menanti rasa melanta
tp ingin trus bejuang
dalam rasa kertas putih kekosongan yg tak berguna
shingga guna hilang seperti guna dlm barang tak bertuan .
tp tak digunakan rasa hampa menembus
merasa ingin mati sja
tp dosa tak henti mengalir dlm darah
rasa hampa yg tak bertuah
aku sdh bsn begini mati saja kalu begtu
dlm harian mimpi yg tak tergenggam sekali pun
sampai tak berguna pula
mti sja
tp rasa ganjil dlm dri tak terelak.
AAARRRGGGGHHHHHHHH!!!!
WHY LIFE MUST LIKE THISSSSS I HATE IT
EVERYTHING IS SO NORMAL AND BORING AND JUST AN USELESS BOY

kata dunia

kata dunia..
batu kasar cma bisa lukai orang hany keras bata dan mata

kata dunia
kasar saja yang diilhami cuma dunia sutra tak kui mengerti biduknya pula

kata dunia
1 ku hanya dunia yang bernoda,pisau dikanan berselempang belati dikiri

kata dunia
sajak ku miskin makna miskin hati

kata dunia
tdiak mampu berdiri beta cuma nasi jd perahu
cuma sutra jadi benalu
tdk mampu beri beta punya kasih

kata dunia
beta tak punya kasih
kasih beta terlantar dunia benalu

kata dunia
beta sendiri mendiri
punya letih tapi silaturahmi sndiri kadang buta

..

buat remaja faiz


mata ku melotot riang ketika lihat ku pada

bocah yg dlu ku kira takkan enginjakkan kaki nya di anak tangga

dan menaikinya sampai selesai

lau piki ku berubah ketika

ia melompat terjang ke tampat dimana

semua melewati tahap berkembang

ia menaiki tangga itu

tangga dimana ranjau kehidupan tertanm dimna 2

di rmh mu
diskolah tmn nya tmn mereka

dan ketika ku bahagia

melihat nya menembus batas 2 yg menghalangi hdp mereka

tp tak terlepas tak tergenggam kendali

sperti siNaga yg dulunya hanya sebuah burung kecil yg hanya berdiri di tepi batu dan hanya berkata
dan bertanya pada langit biru bebas

"dimana hendak ku kawan cara melepas diri terbang ke angkasa lua"

lalu pada hari penentuan ia terjun dan berjalan di ankasa luas

langit bru yg indah menuju tmn jauh nya "langit"
dan ia berubah pribadi menjadi naga

dan bahagia ku berkata pada kalbu masa remaja

terlalu drastis berbahaya
tp semangat tk berjunjung pada kehidupan

selalu ada yg merek tembus
selalu ada yg merek gali

salalu ada yg mereka perbaiki

sperti noda di baju
mereka tetap bisa dibersihkan

cerita negri anginku

I
ku tatap cahaya indah duniaku
berputih langit merona tawa membawa
sebagian lg membelenggu sebagian tahu berbuat apa
dan selalu saja yang bukan penyair tidak ambil bagian
II
melawan takut berjuata kematian
tapi selalu saja ada yang mengekang nya
sedang tawa jadi menawan
dan sajakku berada dalam lingkar kebingungan
yg selalu bergetar membawa pena jendela dunia
takut akan saqor
membawa benak nafsu belaka
melawan diri dalam dunia
merusak sepi jadi ceria
III
dan bukan mata telingaku mengira
hatiku retak luka merah membara
terbakar perih sepi kecemburuan
makin lama hidup ku tambah perih
semakin tawar kecewa
lalu jendela tertutup rapat
belaka atas mereka yang berlalu dan berkenang

cerita negri anginku